“Seri White Painting karya THE EUGENE STUDIO […] mengubah kanvas menjadi semacam kuil nomaden bagi cinta dan kenangan… Seri White Painting mengembalikan seni monokrom ke posisinya yang ikonik—meski ambigu—antara portal dan objek.”
Setidaknya dalam konteks Amerika, perdebatan hari ini tampak dimenangkan oleh posisi yang terakhir, sehingga menegaskan aspek materialistik dari seni monokrom. Namun, apa artinya menempuh arah sebaliknya—dari Rodchenko menuju Malevich? Atau mungkin lebih tepat lagi, untuk bertahan di perbatasan antara keduanya, sehingga janji transendental lukisan dapat dihadirkan sebagai sesuatu yang memindahkan dan terproyeksi, sekaligus bersifat material dan lahir dari jejaring yang terbentuk secara afektif? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang membentuk kompleksitas karya White Painting (2017) dari THE EUGENE STUDIO — tiga kanvas putih yang tampak sederhana, namun penuh makna.”
David Geers
David Geers adalah seorang kritikus seni yang tinggal dan bekerja di New York. Tulisan-tulisannya telah dimuat dalam berbagai publikasi seperti October, Frieze, Fillip, BOMB, The Brooklyn Rail, The Third Rail Quarterly. Ia sering berfokus pada persinggungan antara seni lukis, politik, dan teknologi.
Karya tulisnya yang terkenal antara lain: “Neo-Modern,” October No. 139 (Musim Dingin 2012); “Formal Affairs,” Frieze No. 169 (Maret 2015); dan “Acts of Recognition,” Frieze No. 191 (November–Desember 2017).