Wawancara dengan Eugene Kangawa ditampilkan dalam The New York Times International Weekly Edition / edisi mingguan The Japan Times. “…Seni karya Kangawa dan ruang-ruangnya mengajak kita untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan waktu, dan bobot kehadiran kita di dalamnya.”

*Artikel ini menggunakan terjemahan mesin.

Wawancara dengan Eugene Kangawa (EUGENE STUDIO) ditampilkan dalam The New York Times International Weekly Edition (edisi cetak). Sebagian konten juga dimuat di The Japan Times (edisi online).

Kutipan dari artikel

“… Karya Eugene Kangawa dan ruang-ruang yang menyertainya mengajak kita untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan waktu, serta bobot keberadaan kita di dalamnya.”

“… Melalui ‘After the Rainbow,’ pameran tunggalnya pada tahun 2021 di Museum of Contemporary Art Tokyo, Kangawa mencapai sebuah tonggak baru. Pada usia 32 tahun, ia menjadi seniman termuda yang pernah mengadakan pameran tunggal di museum tersebut. Dengan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan koeksistensi—antara manusia dan alam, antara yang nyata dan yang dibayangkan—pameran ini menegaskan Kangawa sebagai suara dengan kejernihan yang tajam di tengah zaman yang terpecah-pecah.”

“…Di era yang didefinisikan oleh kecepatan dan kejenuhan, karya Kangawa menegaskan pentingnya kelambatan. Baik dalam akumulasi yang tenang dari ‘Goldrain,’ gradasi yang disengaja dari ‘Light and Shadow Inside Me,’ maupun visi jangka panjang dari Eugene Museum in Bali yang akan datang, ia menolak sifat yang serba instan.”

“…Karya Kangawa sebagian besar dibedakan oleh sikapnya yang menekankan permeabilitas antara ruang pribadi dan publik.”

Penulis Kontributor: Erik Augustin Palm